Banner

Senin, 26 Juli 2010

Tanda-Tanda Menjelang Hari Kiamat

Dalam Al-Quran, Allah SWT. memberikan satu tanda dari beberapa tanda sedah dekatnya kiamat, yakni, dalam firman-Nya :
"sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit. Lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanaman-tanaman bumi, diantaranya ada yang dimakan manusia dan bintatang ternak. Hingga apabila bumi telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman-tanamannya) laksana tanaman-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah, Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berpikir."
(Q.S. Yunus: 24)

jika kita renungkan ayat ini, akan kita jumpai bahwa sebelum hari kiamat, bumi telah sempurna keindahannya dan memakai perhiasannya. Di dalamnya terdapat gedung pencakar langit yang canggih, kota megapolitan, dan semua yang menghiasi bumi, yang terdiri atas perhiasan yang dicintai kehidupan dunia, engkau lihat itu dalam bentuk yang sempurna. Ini semua tidak akan terjadi, kecuali dengan kemajuan peradaban, yaitu dengan cara menjadikan manusia mampu membuktikan banyak hal seperti bepergian antar-negara dalam waktu yang sangat singkat. Manusia dapat mengurusi kebutuhan rumah tangganya, bahkan di luar itu, hanya dengan sebuah tombol (azzar). Cukup dengan memencet tombol itu, makanan akan datang, kemudian dengan memencet tombol lainnya, makanan itu pindah dari satu tempat ke tempat yang lain dengan sangat mudah. Dus, kehidupan di atas bumi telah sampai pada nilai yang mereka namakan dengan "teknologi" yang dapat mewujudkan kesejahteraan hidup manusia.
Firman Allah SWT. :
"Dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya."

Merupakan satu bukti bahwa manusia akan melupakan Allah dan kekuasaan-Nya, padahal sesungguhnya Ia yang telah menciptakan alam semesta ini. Ia yang mewujudkan aturan-aturan dan semua yang ada di dalamnya. Kemudian mereka menisbahkan hal ini dari mereka sendiri. Lalu, mereka yakin bahwa mereka mempunyai kemampuan untuk melakukan apa yang dikehendaki di bumi ini, dan kemudian tunduk pada keinginan dan kekuasaan mereka dengan ilmu pengetahuan yang mereka buktikan. Padahal bumi dan seluruh orang dan apa saja yang ada di dalamnya tunduk dan patuh kepada kehendak Allah dan keinginan-Nya. Hanya Dialah yang Maha Berbuat terhadap apa yang Ia kehendaki.

Sumber Buku Rahasia Hari Kiamat, karya Prof. DR. Mutawalli Sya'rafi yang merupakan terjemahan dari buku berbahasa Arab yang berjudul Yaum Al-Qiyamah.
Baca Selengkapnya >>

Indikator Kedewasaan

Setiap orang memiliki tingkat kedewasaan yang berbeda dengan indikator yang berbeda pula. Berikut beberapa indikator untuk melihat sejauh mana tingkat kedewasaan kamu :

1. Tingkat kedewasaan yang tinggi.
Indikatornya : (1) Memiliki tujuan hidup yang realistik, (2) Mampu mengembangkan persepsi yang positif terhadap orang lain dan mencoba berintegrasi dengan keluarga sendiri secara mandiri, (3) mengembangkan kemampuan untuk mengemukakan dan mempertahankan pendapatnya sendiri, (4) mampu membangun hubungan dengan beberapa orang dewasa lainnya dalam masyarakat, (5) ikut berpartisipasi dengan orang dewasa dalm kegiatan kemasyarakatan, (6) mampu menerima konsekuensi/akibat dari kesalaham tanpa mengeluh dan mencari kambing hitam, (7) mampu memilih pekerjaan dan menentukan target sendiri tanpa bantuan orang lain, (8) mampu menghadapi kegagalan dengan sikap rasional dan berupaya mengatasinya secara baik.

2. Tingkat kedewasaan yang sedang.
Indikatornya : (1) ego-nya masih dipengaruhi orang dewasa lainnya atau oleh figur yang tidak nyata, (2) sikapnya belum ajeg antara alam dewasa dengan alam kanak-kanak, (3) memerlukan motivasi orang lain untuk melaksanakan pekerjaan, terutama pekerjaan-pekerjaan yang sulit yang memungkinkan gagal di tengah jalan, (4) cenderung tidak menerima nasihat orang lain dalam hal penggunaan materi untuk kebutuhan dirinya sendiri, (5) mudah mengurungkan niat untuk melakukan hal yang telah direncanakannya, apalagi bila situasi dan kondisi membuat hatinya tidak senang.

3. Tingkat kedewasaan yang rendah.
Indikatornya : (1) ego-nya masih dalam kendali orang tua atau orang dewasa lainnya, (2) menghabiskan waktu senggangnya dengan orang tua, (3) menerima otoritas orang dewasa lainnya dalam melaksanakan tugas-tugas, (4) selalu ingin ditemani keluarga bila bepergian jauh, (5) bersifat pemalu, (6) tidak mampu menjadi manusia yang mandiri dalam kehidupan bermasyarakat, (7) mengalami kesulitan dalam bergaul dengan orang dewasa lainnya akibat kesulitan memahami berbagai konsep dan paradigma yang berkembang di antara mereka.

Setelah membaca indikator-indikator diatas, masuk dalam katagori apakah kamu? Semoga kamu bisa menjadi seseorang yang lebih baik dan baik lagi dari apa yang telah orang lain pikirkan tentang anda.
Baca Selengkapnya >>

Kecanduan Cinta

Di dalam masyarakat luas sudah banyak sekali kesalahan dalm mempersepsi atau mengartikan cinta sejati dengan cinta yang bersifat candu. Berbagai film, sinetron, atau pun lagu-lagu turut andil dalam menyarukan kondisi kecanduan cinta dengan cinta sejati. Akibatnya, banyak orang terjebak dalam pengertian yang keliru antara kecanduan cinta dengan cinta sejati. Contoh ekstrimnya, ada orang yang bunuh diri karena ditinggal pergi sang kekasih tercinta dan orang mengira bahwa cerita ini menceritakan kisah cinta sejati.

Pada umumnya individu yang mengalami kecanduan cinta menunjukana tanda-tanda berikut:
1. Adanya pikiran obsesif, misalnya terus-menerus curiga akan kesetiaan pasangan, terus-menerus takut ditinggalkan pasangan sehingga selalu ikut ke mana pun sang kekasih/pasangan.
2. Selalu menuntut perhatian dari wakru ke waktu, tanpa ada toleransi dan pengertian.
3. Manipulatif, berbuat sesuatu agar pasangan mengikuti kehendaknya/memenuhi kebutuhannya, misalnya mengancam akan memutuskan hubungan jika mementingkan hobinya.
4. Selalu bergantung pada pasangan dalam segala hal, apapun juga, mulai dari meminta pendapat, mengambil keputusan sampai sampai dengan memilih warna pakaian.
5. Menuntut waktu, perhatian, pengabdian dan pelayanan total sang kekasih/pasangan. Jadi, pasangan tidak bisa menekuni hobi-nya, jalan-jalan dengan teman-teman kelompok-nya, atau bahkan memberikan sebagian waktunya untuk orang tua/keluarga.
6. Menggunakan sex sebagai alat untuk mengendalikan pasanagan.
7. Menganggap sex adalah cinta dan sarana untuk mengekspresikan cinta.
Tidak bisa memutuskan hubungan, mesti merasa amat tertekan karea "berharap" padda janji-janji surga pasangan.
9. Kehilangan salah satu hal penting dalam hidup, misalnya pekerjaan/keluarga inti demi mempertahankan hubungan.

Jadi, tidak ada istilah "puas" dalam setiap hubungan yang terjalin antaraorang yang kecanduan cinta dengan pasangannya. Ibarat seperti mengisi gelas bocor yang tidak pernah bisa penuh jika diisi, karena begitu airnya dituang lantas langsung keluar lagi dan airnya tidak pernah luber. Demikian juga dengan orang yang kecanduan cinta, mereka tidak pernah mampu membagikan cinta secara tulus pada orang lain karena selalu merasa kehausan cinta. Oleh sebab itu, banyak diantara mereka yng sering berganti pasangan karena merasa harapan mereka tidaak dapat Dipenuhi sang kekasih. Padahal, meski puluhan kali mereka berganti pasangan, individu ang kecanduan cinta akan sulit membangun hubungan yang stabil dan abadi. Sayangnya, banyak dari mereka yang tidak sadar, bahwa sumber masalah justru ada pada diri sendiri. Mereka lebih sering menyalahkan mantan-mantan kekasihnya/pasangannya.

Akibat jangka menengah dan jangka panjang adalah individu yang bersangkutan akan berada dalam kondisi emosi labil dan menjadi terlalu sensitif. Individu tersebut mudah curiga pada teman, sahabat, kegiatan, pekerjaan, bahkan keluarga pasangannya. Selain itu ia menjadi mudah marah, cepat tersinggung dan bagi sebagian orang bahkan ada yang bertindak agresif dan kasar demi mengendalikan keinginan dan kehidupan pasangannya. Pasangannya tidak diijinkan untuk punya agendda tersendiri, pokoknya harus mengikuti keinginannya dan 100% memperhatikannya. Individu tersebut juga mudah merasa lemah, lelah dan lemas. Pasalnnya, seluruh energinya sudah dipergunakan untuk mengantisipasi ketakutan yang tidak beralasan dan melakukan tindakan untuk menjaga pertahanannya. Nah, kehidupan demikian membuat dirinya menjadi manusia tidak produktif. Sehari-hari yang dipikirkan dan diusahakan hanyalah bagaimana supaya "miliknya terjaga".
Baca Selengkapnya >>

Ketika Setan Berkata benar

Mengapa setan mengatakan yang benar pada hari itu? Mengapa ia jujur, padahal ia adalah pendusta sejak penciptaan Adam sampai hari Kiamat? Setan yang senantiasa berdusta terhadap manusia dan menipunya, pada hari itu datang dengan mengatakan yang benar.
Hal itu terjadi karena dua sebab :

Pertama : sesungguhnya segala sesuatu telah berakhir. Penundaan masa yang Allah berikan kepada setan telah berakhir, maka tidak ada lagi kekuatan dan kemampuan untuk menjerumuskan sekalipun jika ia berusaha untuk berdusta. Karena segala sesuatunya telah jelas dan terang, serta hilang sudah ketertutupan. Maka, tidak ada lagi seseorang yang membenarkannya. Manusia telah melihat balasannya yang merupakan hakikat nyata seelah sebelumnya gaib.

Kedua : tidak ada manfaatnya berdusta. Hal itu di karenakan kemampuan memilihnya telah berakhir. Tidak ada seorang pun yang mampu melakukan maksiat mempunyai kekuatan untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukannya. Tidak ada kemampuan untuk memilih. Selagi setan berdusta, tidak ada gunanya. Setan telah memohon kepada Allah untuk menundanya dan saat itu telah habislah masanya. Di sana tidak ada lagi penundaan dan pilihan, kecuali bagi Allah SWT.

Sumber Buku Rahasia Hari Kiamat, karya Prof. DR. Mutawalli Sya'rafi yang merupakan terjemahan dari buku berbahasa Arab yang berjudul Yaum Al-Qiyamah.
Baca Selengkapnya >>

Konsep Diri

Setiap orang ingin dirinya sukses dalam belajar, bergaul, berkarier, berkeluarga dan sukses di akhirat. Langkah awal kesuksesan adalah mengenal diri, mempelajari kualitas dari kita. Pemahaman dairi dan kualitas diri adalah proses yang sangat penting dalam meningkatkan mutu kehidupan. Tahu diri dan mengenal diri mengantarkan kepada tahap-tahap hidup yang berkualitas. Tidak saja dalam bergaul dan berinteraksi dengan orang lain, tetapi juga untuk mengarahkan dan mengembangkan diri, membuat perencanaan pendidikan dan karier, memecahkan permasalahan pribadi. Sosial secara realistik, beradaptasi dengan perubahan-perubahan dalam hidup, untuk dapat saling menerima dan menghargai orang lain.

1. Apa yang mesti kita ketahui tentang diri kita? Siapa saya dan sejauh mana anda tahu tentang diri sendiri.
Diri adalah seperangkat proses dari ciri-ciri yang mencakup proses fisik, perilaku dan psikologis. Mengenal diri berarti memahami aspek-aspek pembentukan diri kita. Aspek-aspek tentang diri sebagai berikut :
a. Aspek fisik adalah tubuh dengan segala kualitasnya dan proses-proses yang terkait dengannya.
b. Diri secara proses adalah proses alur pikiran, emosi/perasaan dan tingkah laku.
c. Diri secara sosial adalah pikiran dan perilaku hasil interaksi dengan orang lain dan masyarakat.
d. Konsep diri adalah keseluruhan pandangan tentang diei sendiri.
e. Cita-cita diri adalah angan-angan tentang apa-apa yang diinginkan terhadap dirinya sendiri.

2. Konsep Diri (Self Concept)
Konsep diri adalah keseluruhan pandangan seseorang tentang dirinya sendiri. Konsep diri merupakan potret diri secara mental, yakni bagaimana seseorang melihat, menilai, dan menyikapi dirinya sendiri. Ada 3 konsep diri yaitu :

a. Pengetahuan tentang diri sendiri.
Dalam benak pikirannya seseorang telah memiliki data siapa dirinya. Semakin banyak tahu tentang diskripsi dirinya akan semakin baik konsep dirinya.
Contoh : Si A kelas 1 SMA, pendiam, mudah tersinggung, pintar/jago matematika, hemat, setia, kurang patuh dan taat beribadah.

b. Pengharapan terhadap diri.
Disebut juga "diri ideal" harapan dan kemungkinan dirinya menjadi apa yang sesuai dengan idealisme-nya.
Contoh : menjadi politikus, dokter, pengusaha yang darmawan, pengacara yang jujur.

c. Penilaian terhadap diri sendiri.
Disadari atau tidak, setiap daat kita selalu ,enilai diri sendiri, khususnya "tingkah laku".
Contoh : tingkah laku belajar saya menghasilkan raport 5,5 berarti gagal mengapa bisa terjadi? Semakin tebal tidak kesesuaian antara harapan dibandingkan dengan cita-cita yang akan diraih. Seharusnya orang yang hidupnya menyukai kasih dan tingkah lau/usahanya membuat rasa harga diri nyaman.

Dengan kalimat diatas yang telah menjelaskan kepada kita tentang konsep diri. Sekarang saatnya kita untuk melaksanakannya untuk meraih hidup yang lebih baik dari sebelumnya. Mungkin dengan begitu kita juga akan membuat orang lain lebih memperhatikan kita.
Baca Selengkapnya >>

Fecebook Like

animation